Selasa, 21 Januari 2014

Presiden SBY Tolak Pangkat Jenderal Besar


 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak keinginan Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk menganugerahinya pangkat Jenderal Besar atau jenderal bintang lima. Salah satu pertimbangan pemberian pangkat itu karena Presiden SBY dinilai berjasa membangun TNI menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Sedangkan Presiden menolak karena menganggap membangun TNI memang sudah menjadi tugas seorang presiden. Sikap Presiden SBY itu menarik karena jarang orang menolak dinugerahi kemuliaan seperti menjadi Jenderal Besar, pangkat tertinggi di kalangan Angkatan Darat. Sebegitu jauh baru ada tiga tokoh militer yang menyandang pangkat Jenderal Besar, yaitu Sudirman, AH Nasution dan Suharto. Mereka dianugerahi pangkat tersebut pada Oktober 1997.

Jelas, pangkat Jenderal Besar itu merupakan inisiatif baru pimpinan TNI setelah TNI berusia lebih dari setengah abad. Dulu, orang mengenal pangkat tertinggi TNI adalah Jenderal saja dengan bintang empat, disandang oleh ketiga Kepala Staf AD, AL dan AU. Untuk AL dan AU sebutannya adalah Laksamana.

Kesepakatan para pimpinan TNI untuk mengadakan pangkat Jenderal Besar itu disertai syarat-syarat, sebagai berikut.

1.       Perwira Tinggi terbaik yang tidak pernah mengenal berhenti dalam perjuangan kepada bangsa dan negara RI untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

2.       Perwira Tinggi terbaik yang pernah memimpin perang besar dan berhasil dalam pelaksanaan tugasnya.

3.       Perwira Tinggi terbaik yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk meletakkan dasar-dasar perjuangan TNI.

Ketiga syarat itu dipenuhi oleh Sudirman dan AH Nasution. Mereka terlibat langsung dalam perang kemerdekaan melawan Belanda masing-masing sebagai Panglima Besar (Panglima TNI sekarang) dan KSAD. Mereka juga meletakkan dasar-dasar perjuangan TNI masing-masing tertuang dalam Sapta Marga dan Perang Gerilya. Jangan pula dilupakan pemikir militer lainnya, TB Simatupang yang waktu itu menjabat Kepala Staf Angkatan Perang. Sedangkan Suharto, khusus untuk syarat ke 3, bukan lagi meletakkan tapi menurut hemat kita, mengembangkan dasar-dasar perjuangan TNI yang sudah ada disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Bandingkan dengan Amerika Serikat yang memberi pangkat jenderal bintang lima kepada tokoh militer dengan bobot tugas tertentu yaitu menjadi komandan tertinggi pasukan gabungan dalam Perang Dunia ke 2 yaitu D. Eisenhower, D. Mac Arthur, C. Marshall, dan Omar Bradley. Mereka menyandang pangkat jenderal bintang lima dalam dinas aktif, bukan sebagai pangkat kehormatan.

Penolakan Presiden SBY, boleh jadi karena secara konstitusional ia sudah menjadi Panglima Tertinggi yang menentukan keterlibatan Indonesia dalam perang besar sekelas perang kemerdekaan dulu.

 

 

1 komentar:

  1. http://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/12/nyeker-di-pantai-kuta-jokowi-bali-aman.html
    http://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/12/perwakilan-imf-wb-bakal-ke-bali-pantau.html
    http://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/12/juergen-klopp-ragu-bisa-ikuti-jejak.html

    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At vipkiukiu .net ^^
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
    - BBM : D8809B07 / 2B8EC0D2
    - WHATSAPP : +62813-2938-6562
    - LINE : DOMINO1945.COM

    BalasHapus