Jumat, 29 Agustus 2014

Rakyat Palestina Di Gaza Aman Sementara



Rakyat Palestina di Gaza bernafas lega sejak Rabu, 27 Agusus 2014 saat dimulainya gencatan senjata setelah perang 50 hari dengan Israel. Mereka meninggalkan tempat-tempat pengungsian kembali  ke rumah masing-masing yang hancur akibat gempuran Israel. Sekalipun mengalami kesulitan karena harus membangun kembali tempat-tempat pemukiman dan fasilitas-fasilitas umum, mereka gembira karena tidak lagi dihantui kedatangan rudal-rudal yang setiap saat mencabut nyawa. Dalam perang yang tidak seimbang, pihak Palestina kehilangan lebih dari 2000 jiwa, sedangkan Israel kurang dari 100.
Ada 7 butir kesepakatan Israel-Hamas untuk dilakukan segera, antara lain:
1.       Hamas dan faksi-faksi lain di Gaza sepakat menghentikan tembakan roket dan mortir ke wilayah Israel.
2.       Israel sepakat membuka lebih banyak pintu perbatasan ke Gaza, memudahkan pasokan bantuan kemanusiaan dan material bangunan.
3.       Mesir sepakat membuka 14 km perbatasan Gaza di Rafah.
4.       Otoritas Palestina mengkoordinasikan pembangunan kembali Gaza dengan bantuan lembaga donor, termasuk Uni Eropa
Selain 7 butir kesepakatan itu terdapat 6 butir untuk dilaksanakan dalam jangka panjang, antara lain pembangunan bandara interasional di Gaza.
Kesepakatan-kesepakatan yang dicapai antara Israel dengan Hamas akan terwujud kalau kedua pihak sama-sama menjaga, menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang memancing kemarahan salah satu pihak.
Kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas, terjadi mungkin  Israel sudah lelah berperang tanpa berhasil menaklukkan Hamas. Ini  berbeda dengan perang 6 hari tahun 1967 yang mengalahkan 3 negara Arab: Mesir, Yordania dan Suriah. Sebagian besar wilayah Palestina diduduki Israel yang mustahil diserahkan kembali tanpa direbut melalui perang.
Hamas sudah benar menekan Israel dengan kekuatan senjata,tapi srateginya keliru. Hamas tidak mungkin mengalahkan Israel melalui perang terbuka. Hasilnya akan membuat Hamas bonyok seperti sekarang . Selama masa pembangunan kembali Gaza, Hamas bisa mengkosolidasi diri dengan faksi-faksi lainnya sambil mempersiapkan stategi baru menghadapi kekuatan militer Israel yang canggih.
Keamanan yang dialami rakyat Palestina hanya bersifat sementara, sampai Israel unjuk gigi lagi karena tembakan roket dan mortir para pejuang Hamas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar