Rabu, 10 September 2014

Jokowi Tolak Mobil Baru



Presiden terpilih Jokowi menolak meggunakan mobil-mobil  baru untuk kenderaan dinas para anggota kabinetnya nanti yang sudah dipersiapkan oleh pemerintahan SBY. Mobil-mobil dinas yang dipakai para menteri sekarang masih bagus, jadi tetap akan dipakai oleh para anggota kabinetnya Jokowi-JK. Alasan Jokowi menolak mobil baru, demi  efisiensi  anggaran.
Sikap Jokowi ini selain untuk efisiensi anggaran juga memperlihatkan kesederhanaan yang harus dimiliki seorang pemimpin. Mobil baru, apalagi merk Mercy, tentu mahal harganya dan terkesan mewah. Kesederhanaan seorang pemimpin diperlukan sebagai  tanda prihati n atas kemiskinan yang masih melanda sebagian rakyat Indonesia. Tidak usah gengsi dan malu memakai mobil bekas karena hidup bergaya mewah tidak menjamin kinerja yang baik seorang pemimpin. Pemimpin Kuba Fidel Castro  semasa berdinas aktif memakai mobil buatan AS keluaran tahun 1964!
Bukan saja untuk para menteri, Jokowi-JK sebaiknya melanjutkan memakai mobil-mobil yang sekarang menjadi kenderaan dinas SBY-Budiono.
Kalau nanti pemerintahan Jokowi-JK mampu membuktikan hidup sederhana, mudah-mudahan menjadi  contoh dan diikuti oleh para pejabat publik lainnya mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah. Selama ini rakyat kecewa melihat gaya hidup mewah sebagian pejabat-pejabat publik baik eksekutif mau pun legislatif. Mereka memamerkan hidup mewah ditengah-tengah kesulitan hidup sebagian rakyat. Coba perhatikan kehidupan mantan Gubernur Banten yang konon selalu berbelanja di Singapura. Apalagi anggota keluarganya yang mengoleksi mobil-mobil mewah. Padahal rakyat Banten masih tergolong miskin. Fasilitas-fasilitas umum seperti  jalan dan jembatan banyak yang rusak, tidak terurus.
Pemerintahan Jokowi-JK harus menjadi contoh yang meginspirasi mereka yang sudah hidup senang untuk mau berbagi dengan rakyat miskin, bukan saja dalam bentuk sedekah melainkan juga menenggang perasaan, tidak mentang-mentang.
Pemenang tender pengadaan mobil-mobil untuk para menteri baru itu adalah PT Mercedes Benz Indonesia. Karena sudah terlanjur, mobil-mobil baru itu pasti akan dibeli. Jalan keluarnya, jual saja kembali, uangnya masukkan ke kas negara. Pokoknya, Jokowi harus menepati  janji  untuk tetap melanjutkan memakai mobil-mobil menteri yang sudah ada sekarang.


2 komentar: